2017, Polisi Bekuk 30 Penjual Ribuan Pekerja Migran



Sebarkan :


Views: 7

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan perdagangan orang yang menjual 1083 pekerja imigran. Dari 1083 korban itu 1078 merupakan korban perempuan dewasa dan lima adalah anak-anak.

"Seluruh korban ini berhasil diselamatkan atas informasi dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan bekerja sama dengan kepolisian di masing-masing negara setempat," kata Kabareskrim Komjen Ari Dono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri Kamis (21/12).

Polisi lalu bekerja mengungkap jaringan yang mengirim para korban itu. Hasilnya sebanyak 30 orang tersangka ditangkap.

Mereka berasal dari enam sindikat yang berbeda-beda.

"Setelah korban kita periksa dan wawancara ada enam kelompok jaringan yang melakukan tindak pidana perdagangan orang, ada jaringan Mesir, jaringan Arab Saudi, Jaringan Abu Dhabi Jaringan Suriah, Jaringan Malaysia, dan Jaringan China," ujar Ari.

Bareskrim juga mencatat ada tiga modus para pelaku melakukan tindak pidana perdagangan orang.

Modusnya penyalahgunaan visa umrah, modus kunjungan visa wisata dan kunjungan, visa ziarah.

Ari mencontohkan kasus jaringan Arab Saudi. Dalam jaringan ini, kata Ari, sebanyak 39 korban dijanjikan bekerja dengan janji gaji sebesar 250-300 USD perbulan.

"Para korban kemudian berangkat dengan modus visa ziarah ke Kedutaan Arab Saudi di Jakarta. Tapi ternyata diterlantarkan di Malaysia," sambungnya.

Sumber: Beritasatu.com

Tags: