​8 Poin Pembelaan Alfian Tanjung



Sebarkan :


Views: 17

Surabaya- Alfian Tanjung menyampaikan 8 poin pembelaan, dalam sidang lanjutan terkait kasus ujran kebencian, penghapusan, diskriminasi ras dan etnis dengan Nomor Perkara 2664/Pid.Sus/2017/PN. Surabaya, dengan agenda pembelaan terdakwa di PN Surabaya, Senin (4/12/2017).

Alfian Tanjung berharap ke 8 poin pembelaan tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi majelis hakim untuk mengambil keputusan yang tepat. “Di pembelaan ini saya ada beberapa catatan penegasan, semoga menjadi hal yang menggugah rasa keadilan majelis hakim yang mulia” ucapnya.

Adapun 8 poin pembelaan itu adalah ;

  • 1.Kemarahan itu bukan kebencian. Kemarahan merupakan reaksi positif terhadap kejahatan, kedzaliman dan kekejaman atau ketidakadilan. Itu yang saya ekspresikan dalam ceramah saya.
  • 2.Secara sistematik, secara metamorfosis PKI bergerak menuju untuk ekalasi dan ‘berperan' dalam dinamika politik Indonesia. Padahal TAP MPRS XXV 1966 dan UU No. 27/1999 masih berlaku. Adinya gerakan PKI harus dicegah bahkan dilawan dan ditindak oleh Negara.
  • 3.lnvasi Cina harus dibaca secara komprehensif dan menta! patriotik. Kita tidak akan dijajah oleh AS dan selanjutnya kita juga tidak mau dijajah oleh Negara lain, termasuk oleh Cina. lndikasi yang ada cukup kuat dan kita harus menjaga NKRI kita.
  • 4.Pergerakan Nasional harus bersinergi dan beken’asama untuk menjaga keutuhan NKRI dengan semangat perjuangan untuk NKRI yang berdaulat. Kita sudah merdeka secara de facto dan de jure pada 17 Agustus 1945. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga keutuhan NKRI.
  • 5.Indonesia Emas (1945-2045) harus kita persiapkan dengan menyatukan energi kebersamaan kita untuk menjadi Negara berdaulat. Dan menjadi Negara yang berdIrI same IInggI dan duduk same rendah dengan negarsnegars di dunia. Indonesia merupakan negara kaya. dengan SDM yang terdidik dan memiIIkI sense of beIongIng, maka Indonesia akan menjadi Negara dan Bangsa yang mordeka.
  • 6.Secara keseluruhan IsI ceramah saya merupakan ungkapan keprihatinan, kewaspadaan. deteksi dInI, kesadaran koIektIf dan ajakan untuk antisipasi terhadap resiko terburuk yang akan dialami oIeh Bangsa dan masyarakat Indonesia yang berdaulat, merdeka dan menjadi Tuan di Negeri sendiri.
  • 7.SeIanjutnya keputusan MajeIIs HakIm akan menjadi mata hati negara ini terhadap ujaran Kemarahan bukan Kebencian yang muncul sebagai ekspresi tanggung jawab moral dan tanggung jawab saya. Alfian Tahjung sebagai anak Bangsa Indonesia yang dibesarkan daIam pergerakan IsIam yang berkhidmat untuk Indonesia berdaulat dan menjadi Negara mandiri juga berdikari.
  • 8.Tantangan keutuhan NKRI cukup banyak; Korupsi, Terorisme, Separatisme dan juga Komunisme (PI-(I). Kite hams menghadapi semua tantangan dengan bersama-sama Dengan penegasan, PKI/Komunisme itu bukan satu-satunya masaiah. Tetapi juga jangan dianggap buken masalah.
  • Sementara itu menanggapi pembelaan terdakwa, JPU tetap pada tuntutanya yang disampaikan pada persidangan tanggal 27 November 2017, yang menuntut Alfian Tanjung 3 tahun penjara.
Tags: