​Gandeng Wika, ITS Siap Bangun Kawasan Komersial



Sebarkan :


Views: 184

Surabaya-Sejak berganti status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum ( PTN-BH), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya semakin serius melebarkan sayapnya agar mandiri secara finansial. Di antaranya melalui kerjasama dengan berbagai perusahaan, termasuk BUMN. Salah satunya melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pendahuluan dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, Senin (26/2/2017)

Penandatanganan kerjasama yabg dilakukan di Rektorat ITS ini merupakan langkah awal ITS dengan Wijaya Karya (Wika) untuk membangun kawasan komersial di ITS. "Dari 180 hektare tanah yang dimiliki ITS, rencananya 30 hektar di antaranya akan dijadikan sebagai unit komersial," terang Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dalam sambutannya.

Untun itu, lanjut Joni, demi menyukseskan rencana tersebut, Wijaya Karya Holdings yang notabene BUMN kenamaan di Indonesia dipilih sebagai partner untuk melakukan studi kelayakan. "Karena ini sifatnya komersil, jadi hasil yang diharapkan dapat memberikan keuntungan kepada dua belah pihak. Kalau seluruhnya berjalan dengan baik dan dianggap layak bisa langsung diekseskusi dalam waktu dekat ," ujar Guru Besar Teknik Lingkungan tersebut

Rencananya, menurut Joni, ITS akan membangun sebuah technopark di mana di dalamnya juga memuat nilai-nilai komersil.

Ketika ditanya soal alasan, Joni beranggapan bahwa sebagai institusi pendidikan, ITS memiliki kewajiban untuk memberikan fasilitas terbaik untuk menunjang aktivitas pembelajaraan. "Di sisi lain, sebagai PTN-BH sudah bukan zamannya lagi bergantung pada anggaran dana dari pemerintah," tegasnya

Diakui Joni, hingga saat ini masih ada 34 persen anggaran ITS yang berasal dari APBN. "Oleh karena itu, semaksimal mungkin akan dikurangi. Meski angka ini masih jauh lebih baik dibandingkan institusi lain," akunya.

Di akhir, Joni berharap kerjasama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak. "Jika memungkinkan dan menguntungkan, rencananya akan dibangun hotel dan auditorium. Semoga saja hasil kajiannya nanti mendukung," harapnya.

Sementara itu, gelombang optimisme juga dipupuk oleh Wijaya Karya Holdings. Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Nariman Prasetyo, mengaku pihaknya sangat berbahagia dipercaya ITS untuk menjalankan proyek ini. "Ini adalah kerjasama dengan institusi pendidikan pertama dan kami yakin akan berbuah manis," tutur jebolan Teknik Sipil ITS tersebut.

Selain itu, banyaknya alumni ITS yang saat ini tergabung dalam Wijaya Karya Holdings menjadi tanggung jawab tersendiri bagi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung sebagai bagian dari Wijaya Karya Holdings untuk menyelesaikan proyek ini semaksimal mungkin. "Semoga berjalan dengan lancar agar cepat terelasiasi," tuturnya.

Bahkan, Direktur Operasi III PT Wijaya Karya, Destiawan Soewardjono, berani memastikan secepat mungkin merealisasikan proyek bila memang semua kajian rampung. “Bila memang sudah selesai semuanya, dalam tiga bulan ke depan sudah bisa langsung dikerjakan,” tandasnya memastikan.

Berlangsung di Gedung Rektorat ITS, Perjanjian Kerjasama Pendahuluan Pengembangan Kawasan Komersial ini ditandatangi oleh Direktur Badan Pengembangan dan Pengelolaan Usaha (BPPU) ITS , Dr I Ketut Gunarta, sebagai perwakilan dari ITS, Destiawan Soewardjono selaku Direktur Operasi III PT Wika, dan Nariman Prasetyo, selaku Dirut PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, sebagai perwakilan dari pihak Wijaya Karya Holdings.

Tags: