​KMMR Sosialisakan Bahaya Radikalisme dan Terorisme



Sebarkan :


Views: 115

Malang-Kesatuan Mahasiswa Malang Raya (KMMR) kini terus mengencarkan sosialisasi pencegahan dan penangkalan paham radikalisme dan terorisme yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan menggelar Seminar Kebangsaan "Mencegah Faham Radikalisme dan Bahaya Terorisme Terhadap Generasi Muda-Terorisme Bukan Isalam, Islam Bukan Terorisme" Selasa (27/2/2018).

Dalam upaya membentengi generasi muda dari pengaruh faham radikal, Kesatuan Mahasiswa Malang Raya akan terus melakukan sosialisasi keseluruh kampus di Malang Raya dengan sasaran para generasi muda, hal ini sebagai bentuk rasa tanggung jawa pemuda dalam menjaga keutuhan NKRI dari masuknya radikalisme ke bumi Indonesia.

Abdul Azis ketua Umum KMMR saat membuka seminar, Selasa (27/2/2018) di Kampus Unisma Malang, mengatakan dengan digelarnya seminar itu diharapkan 250 peserta seminar dapat memahami akan bahayanya paham radikal dan teroris. “Dalam seminar itu para pemateri berusaha memberikan penanaman karakter generasi muda untuk mencegah dan menangkal terutama pengaruh media sosial,” Aziz. Selasa (27/02/2018).

Menurutnya, peserta yang hadir dalam acara itu, tidak hanya diikuti mahasiswa tetapi berbagai pelajar SMA/SMK/MA di Malang Raya juga ikut serta, bahkan wakil organisasi kepemudaan dan ormas Islam juga ikut menyemarakkan acara tersebut.

Ia berharap dengan berakhirnya acara itu para peserta dapat menumbuhkan kepedulihan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa paham radikal di bumi Indonesia itu bahaya. “Kami berharap dan mengajak kepada seluruh anak bangsa ini untuk bahu membahu berbuat kebaikan dalam rangka menjaga negeri ini dari kejahatan seperti korupsi, narkoba dan terorisme” Kata Aktivis yang pernah jadi Ketum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unisma itu.

Acara yang bertempat di Hall Osman Mansur Universitas Islam Malang (Unisma) itu di isi tiga pemateri, diantaranya, Ahmad Barizi, Dosen Filsafat & Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Zulfi Mubarak dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. dan Dr. Muhammad Yahya, PhD. Pembina kampung muslim di Australia.

Ahmad Barizi, Dosen Filsafat dan Tasawuh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengatakan dalam mencegah dan menangkal paham radikal itu ada tiga solusi. “Ada tiga peran penting bagi umat islam Indonesia dalam merespon perubahan disaat ini yakni harus ada dukungan kepada Negara,” Kata Ahmad Barizi.

Kedua, ia menyebut mengembangkan pemahaman islam sebagai sumber kesadaran dan ketiga, menyiapkan prasarana sosio cultural bagi pengembangan masyarakat yang siap berkompetisi diera global.

Sementara Zulfi Mubarak dan Muhammad Yahya, lebih menekankan bahwa tumbuh suburnya radikalisme di Indonesia karena adanya rasa ketidak adilan dan kesenjangan ekonomi, yang harus dilakukan generasai muda agar tidak terpengaruh faham radikalisme, pemuda harus rajin belajar bekerja keras dalam menuntut ilmu, karena hal tersebut sudah merupakan jihad.

Tags: