Tidak Ditahan, Pengemudi Novanto Saat Kecelakaan Wajib Lapor



Sebarkan :


Views: 30

akarta - Polisi telah menetapkan Hilman Mattauch, pengemudi mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto sebagai tersangka karena diduga melakukan kelalaian sehingga menyebabkan kecelakaan, di Jalan Permata Berlian, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/11) malam. Dia tidak ditahan, namun wajib lapor sepekan dua kali.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pihaknya telah menetapkan Hilman sebagai tersangka terkait insiden kecelakaan itu.

"Mulai hari Jumat tanggal 17 November 2017, pukul 17.00 WIB, pengemudi sudah kita naikan statusnya sebagai tersangka," ujar Budiyanto 

Dikatakan, Hilman dikenakan Pasal 310 ayat 2 Juncto Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Dikenakan Pasal 310 ayat 2 Juncto Pasal 283 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, dipidana penjara 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 juta," ungkapnya.

Ia menyampaikan, polisi tidak menahan Hilman yang berprofesi sebagai kontributor Metro TV itu. "Tidak ditahan, dikenakan wajib lapor satu minggu dua kali," katanya.

Menyoal apakah sudah mengetahui berapa kecepatan mobil Fortuner pada saat terjadi kecelakaan, Budiyanto menuturkan, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkapnya.

"Belum tahu (berapa kecepatan mobil). Kami masih melakukan olah TKP," tandasnya.

Sebelumnya, Novanto mengalami kecelakaan lalu lintas ketika menumpang Toyota Fortuner B 1732 ZLO, di Jalan Permata Berlian, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/11) malam. Mobil itu dikendarai seorang kontributor Metro TV atas nama Hilman Mattauch.

Akibat kecelakaan itu, Novanto dikabarkan mengalami luka di bagian kepala dan tangannya. Saat ini, yang bersangkutan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, setelah sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat.

Diketahui, Novanto yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sedang diburu penyidik Komisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait statusnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Dalam kasus ini, Novanto beberapa kali mangkir dari pemanggilan pemeriksaan penyidik KPK, baik sebagai saksi dan tersangka

Sumber : Beritasatu.com 

Tags:

#setianovanto